Berita

Masyarakat Kritis dan Cerdas Dalam Musim Kampanye Pilpres

Senin Pahing, 2 Juni 2014 09:18 WIB 759

Pilpres 2014 yang menjadi ajang pertarungan capres-cawapres akan sangat rawan black campaign. Tim sukses akan memainkan strategi mengungkit dosa-dosa masa lalu lawan politik. Saat ini parpol dan figur capres yang berniat maju dalam Pilpres 2014 bukan tak mungkin sudah menyiapkan amunisi untuk menyerang figur lain. Ini tak lepas dari adanya beberapa capres yang identik dengan isu-isu negatif tertentu yang dibayangi kasus hitam. Seperti kasus-kasus pajak, kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan hilangnya sejumlah aktivis, kasus korupsi dan kasus lainnya. Black campaign dengan mengekspos kasus-kasus masa lalu capres-cawapres menjadi senjata mematikan untuk menjatuhkan lawan politik. Akan terjadi saling serang antar tim kampanye capres-cawapres. Namun, pada Pilpres 2014 capres-cawapres tidak akan bergerak leluasa seperti Pilpres 2009. Dalam Pilpres mendatang, praktik politik saling serang akan sangat kentara. Mereka akan saling menelanjangi, karena sekarang ini masa transisi yang tidak ada incumbent. Untuk pilpres nanti pemilih harus lebih bersikap kritis menyaring kelebihan dan kekurangan capres-cawapres. Masyarakat sekarang sudah makin cerdas, sehingga bisa membedakan kampanye negatif dan positif. Jika masyarakat sudah kritis dan cerdas, black campaign tidak akan menjual lagi. Justru bisa menjadi senjata makan tuan, karena masyarakat muak dengan capres-cawapres yang acapkali menyerang lawan. Bisa-bisa yang terlalu sering menyerang lawan tidak dipilih masyarakat. (Berita Kesbangpol/blogdetik.com)