Berita

Menangkal Aksi Terorisme dan Radikalisme

Jumat Wage, 19 Juni 2015 10:57 WIB 752

Pemerintah menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) untuk menangkal berbagai aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu jajaran pimpinan LPOI, pada Rabu (17/6) di Istana Merdeka, menekankan tentang peran strategis LPOI di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan sekaligus membentengi masyarakat dari pengaruh luar yang tidak sesuai falsafah bangsa. “Saya mengapresiasi LPOI yang memiliki perhatian besar terhadap pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme dan radikalisme agama,” kata Presiden Jokowi.

LPOI adalah gabungan 12 ormas Islam yang mayoritas berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia. Ke-12 ormas Islam itu terdiri Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad Al Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DA’I Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Persatuan Umat Islam (PUI).

Dia mengatakan, LPOI dapat bersinergi dengan Kementerian Agama melalui berbagai program peningkatan kualitas keagamaan di Indonesia, di antaranya pelibatan LPOI dalam pengembangan pendidikan di perguruan tinggi Islam moderat.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk mencari organisasi perekrut sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung denga kelompok teroris Negara Islam (IS).

Jokowi juga mengatakan, pemerintah akan mengawasi masuknya dana-dana asing yang penyalurannya langsung ke sejumlah kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah. “Pemerintah akan menindaklanjuti lewat kementerian dan lembaga yang berwenang,” katanya. (Berita Kesbangpol/beritasatu.com)