Berita

Kesbangpol Terus Aktif Deteksi Simpatisan ISIS

Senin Kliwon, 7 Desember 2015 08:42 WIB 474

Banyaknya Warga Negara Indonesia yang teridentifikasi bergabung dengan ISIS, menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi, sebelumnya Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Luhut Panjaitan, mengungkapkan bahwa ada sekitar 800 Warga Indonesia yang teridentifikasi bergabung dengan kelompok teror yang bercokol di Irak dan Suriah. Semua mesti ikut aktif, mendeteksi potensi pengaruh ISIS di daerahnya masing-masing.

“Adanya WNI yang tergabung dengan kelompok ISIS ini harus menjadi perhatian bersama tidak hanya oleh pemerintah saja tapi juga oleh komponen atau elemen masyarakat yang lainnnya,” kata Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo, di Jakarta.

Kata mantan petinggi Badan Intelijen Negara tersebut, antara pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam penanganan kelompok ISIS. Tapi tentunya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Pihakpihak terkait dari unsur pemerintah seperti BNPT, BIN, Bais TNI, Polri dan semua kementerian serta lembaga harus saling bersinergi. Intensifkan sharing informasi intelijen.

“Sementara jajaran Kesbangpol Kemendagri sesuai dengan Tupoksinya sebatas pada upaya melakukan deteksi dini,” kata Soedarmo.

Tapi bukan berarti jajaran Kesbangpol tak bergerak di lapangan. Soedarmo mengatakan, jajaran Kesbangpol yang dipimpinnya telah aktif dan terus mengumpulkan segala informasi terkait ISIS. Termasuk, mendeteksi siapa-siapa saja yang potensial bakal jadi pendukung ISIS.

“Nah, dalam rangka pengumpulan keterangan, jajaran Kabankesbangpol Kabupaten dan Kota harus terus didorong turun ke lapangan melakukan deteksi dini,” katanya.

Apalagi kata Soedarmo, jajaran Kesbangpol sebagian sudah dibekali teknik intelijen. Selain itu anak buahnya yang bekerja di lapangan telah diperintahkan intensif mendorong para camat melakukan deteksi dini.(Berita Kesbangpol/Koran-jakarta.com)