Berita

Politik di Indonesia Tetap Paling Stabil

Selasa Pahing, 12 April 2016 14:52 WIB 888

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kondisi politik di Indonesia saat ini paling stabil dibandingkan negara-negara lain.

Meski dua partai politik, yakni Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan mengalami konflik berkepanjangan selama lebih dari satu tahu terakhir, namun hal tersebut tidak mengganggu stabilitas politik di Indonesia.

"Negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, Timur Tengah, dimana-mana tidak stabil," kata JK saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

JK pun menegaskan bahwa masalah yang timbul baik di Golkar maupun PPP datang dari parpol itu sendiri.

Pemerintah sama sekali tak ikut campur dan membuat upaya yang bisa memecah belah partai poltik. Pemerintah justru membantu Golkar dan PPP untuk mencapai persatuan kembali.

"Masalahnya itu di internal parpol, bukan di negara," ucap dia. JK pun mengaku senang PPP berhasil bersatu kembali lewat Muktamar islah yang membuat Romahurmuziy terpilih sebagai ketua umum.

Sementara Partai Golkar juga akan menggelar Munas untuk Islah pada 7 Mei mendatang. Dia berharap segelintir pihak di kubu Djan Faridz yang belum menerima Muktamar islah PPP ini segera melunak dan bergabung.

Dia mengaku sudah bertemu dengan Djan memintanya agar bersedia untuk islah. "Namanya partai persatuan masa pecah. Bukan partai pecah pembangunan kan?. Pemerintah capek juga kalau pecah terus," ucap JK. (Berita Kesbangpol/kompas.com)