Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul kembali menyelenggarakan kegiatan Dialog Politik bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital” yang berlangsung di Balai RT 05, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman politik masyarakat sekaligus mendorong terciptanya budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa era digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi politik. Namun, di sisi lain, masyarakat juga dituntut memiliki kemampuan untuk memilah dan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, provokasi, maupun informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, literasi digital dan pendidikan politik merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, kegiatan dialog politik diharapkan mampu menjadi ruang diskusi yang terbuka antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber Hanung Raharja, S.T. - Ketua DPRD Bantul, yang memaparkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Beliau mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta aktif mengawal jalannya pemerintahan melalui berbagai bentuk partisipasi yang positif. Menurutnya, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik dan mampu berperan sebagai warga negara yang kritis namun tetap mengedepankan persatuan.
Narasumber berikutnya, Joko Santosa, M.HI. - Ketua KPU Bantul menjelaskan mengenai pentingnya pendidikan pemilih di era digital. Beliau mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun disinformasi yang dapat memecah persatuan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk memahami proses demokrasi secara utuh sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti dialog dengan antusias. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan kepada para narasumber mengenai perkembangan politik, tantangan demokrasi di era digital, hingga pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial. Diskusi yang interaktif tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu-isu kebangsaan dan kehidupan demokrasi.
Melalui penyelenggaraan Dialog Politik ini, Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul berharap masyarakat semakin memiliki wawasan politik yang luas, mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijaksana, serta berperan aktif dalam menjaga iklim demokrasi yang damai, kondusif, dan bermartabat. Dengan meningkatnya literasi politik dan literasi digital, diharapkan masyarakat Kabupaten Bantul dapat menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas.
