Dialog Politik di MAN 1 Bantul: Pelajar Melek Politik, Cerdas Bermedia, Kritis Bersikap, dan Bijak Berdemokrasi

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran politik di kalangan generasi muda, diselenggarakan kegiatan Dialog Politik dengan tema “Pelajar Melek Politik: Cerdas Bermedia, Kritis Bersikap, Bijak Berdemokrasi.” Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Bapak Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M. pada Selasa, 13 Oktober 2026.

 

Dialog politik ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Jumakir (DPRD Bantul) dan Ibu Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. (Kepala MAN 1 Bantul), yang didampingi oleh tim kerja Pendidikan Politik. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali para pelajar dengan pengetahuan politik yang memadai, sekaligus mendorong tumbuhnya sikap kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Melalui dialog ini, para pelajar diajak untuk memahami bahwa politik bukan sekadar persoalan pemilihan umum atau perebutan kekuasaan, melainkan juga berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, pengambilan keputusan, serta partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pemahaman politik sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi dan mampu berperan aktif sebagai warga negara yang baik.

 

Selain itu, tema “Cerdas Bermedia” menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam menggunakan media sosial dan mengakses informasi secara bijak. Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar diharapkan mampu memilah informasi yang benar, memeriksa fakta, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

 

Sementara itu, melalui pesan “Kritis Bersikap”, para pelajar didorong untuk membangun pola pikir yang terbuka, berani menyampaikan pendapat berdasarkan fakta, serta mampu menganalisis berbagai persoalan secara objektif. Sikap kritis tersebut perlu disertai dengan etika, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan.

 

Adapun pesan “Bijak Berdemokrasi” mengajak para pelajar untuk memahami nilai-nilai demokrasi, seperti menghargai keberagaman, menjunjung tinggi musyawarah, menerima perbedaan pendapat, serta mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya dipahami sebagai sistem politik, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak apatis terhadap perkembangan politik, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi. Para pelajar diharapkan menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis dalam menerima informasi, santun dalam menyampaikan pendapat, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan politiknya.

 

Kegiatan dialog politik ini sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini. Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman yang tepat, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kabupaten Bantul.