Kesbangpol Bantul Gelar Dialog Politik untuk Mendorong Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital

Bantul, 10 Juli 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Dialog Politik bertema "Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital" pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Warung Yu Jum, Jalan Kembaran No. 94, Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Dialog politik ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bantul dalam meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran demokrasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Era digital menghadirkan kemudahan dalam mengakses informasi, namun di sisi lain juga menuntut masyarakat untuk semakin bijak dalam menyaring berbagai informasi yang beredar, khususnya terkait isu-isu politik.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Poldagri dan Ormas), Ibu Novita Pristiasni Dewi S.St . Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kecerdasan politik masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami dinamika politik secara objektif, tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun informasi yang menyesatkan yang kerap beredar melalui berbagai platform media digital. Dengan meningkatnya literasi politik, masyarakat diharapkan mampu berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap proses demokrasi.

 

Kegiatan dialog menghadirkan dua narasumber yaitu 

  1. Jumakir, anggota DPRD Kabupaten Bantul, 
  2. Ari Sukowati dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).   

Kedua narasumber memberikan materi mengenai pentingnya pendidikan politik, penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi, serta tantangan pelaksanaan demokrasi di era digital.

Dalam paparannya, Jumakir menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui partisipasi yang aktif dan bertanggung jawab. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga turut mengawal jalannya pemerintahan serta menyampaikan aspirasi secara konstruktif sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Ari Sukowati menjelaskan berbagai tantangan penyelenggaraan demokrasi di era digital, termasuk maraknya penyebaran disinformasi, politik identitas, dan pelanggaran kampanye melalui media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi, selalu melakukan verifikasi terhadap sumber berita, serta tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

 

Dialog berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Berbagai isu terkait pendidikan politik, penggunaan media sosial secara bijak, hingga upaya menjaga kondusivitas menjelang tahapan demokrasi menjadi pembahasan yang mendapat perhatian dari para peserta.

 

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kabupaten Bantul berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus membangun budaya politik yang sehat, santun, dan berintegritas. Dialog politik semacam ini diharapkan menjadi wadah edukasi yang mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Bantul.