Kesbangpol Bantul Gelar Dialog Politik untuk Meningkatkan Literasi Politik Masyarakat di Era Digital

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul kembali menyelenggarakan kegiatan Dialog Politik bertajuk "Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital" pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Joglo Yu Jum, Kembaran, Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bantul dalam meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi politik di tengah masyarakat. Arus informasi yang begitu cepat memberikan kemudahan dalam memperoleh berbagai informasi, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran berita bohong (hoaks), disinformasi, ujaran kebencian, serta berbagai bentuk provokasi yang dapat mengganggu persatuan dan kualitas demokrasi.

 

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu menjadi pengguna media digital yang bijaksana dengan selalu mengedepankan sikap kritis, melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Kesadaran tersebut menjadi modal penting dalam membangun kehidupan politik yang sehat, damai, dan berintegritas.

 

Dialog politik menghadirkan dua narasumber yaitu 

  1. Jumakir selaku Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul 
  2. Didik Joko Nugroho, S.Ant. selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul.

Dalam paparannya, Jumakir menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, tidak hanya melalui penggunaan hak pilih pada saat pemilu, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan, menyampaikan aspirasi secara santun, serta menjaga kondusivitas kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman politik yang baik akan mampu berkontribusi dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan publik.

 

Sementara itu, Didik Joko Nugroho menekankan pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Ia mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan demokrasi dengan melaporkan setiap dugaan pelanggaran pemilu sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi politik di media sosial sehingga tidak ikut memperluas penyebaran hoaks yang dapat memecah persatuan.

 

Melalui sesi dialog yang berlangsung interaktif, para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait dinamika politik, peran masyarakat dalam demokrasi, serta tantangan penggunaan media digital di era modern. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan politik sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan informasi yang semakin cepat.

 

Kegiatan Dialog Politik ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman politik masyarakat, memperkuat budaya demokrasi yang sehat, serta membentuk masyarakat Kabupaten Bantul yang semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak-hak politiknya demi terwujudnya kehidupan demokrasi yang berkualitas, aman, dan kondusif.