Dialog Forum Pembauran Kebangsaan: Penguatan Nilai-Nilai Budaya untuk Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman

Bantul – Dalam upaya memperkuat semangat kebhinekaan dan memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai budaya bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul menggelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bantul dengan kegiatan Dialog FPK, dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Budaya”, bertempat di Waroeng Omah Sawah, Bantul Pada Rabu, 26 November 2025 Pukul 08.00 WIB.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Supriyanta, SSTP, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai budaya merupakan langkah penting dalam memperkokoh identitas bangsa di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang terus berkembang.budaya memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, menumbuhkan toleransi, dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, antara lain:

  1. Pengurus FPK Kabupaten Bantul,
  2. Pengurus FPK Kapanewon Sewon,
  3. Pengurus FPK Kapanewon Banguntapan,
  4. Perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, 
  5. Tim Kerja Fasilitasi Forum Sosial Budaya.

Dialog ini juga menjadi ajang bertukar gagasan antara pengurus FPK di tingkat kabupaten maupun kapanewon dengan para mahasiswa dari berbagai daerah. Melalui diskusi yang terbuka dan dinamis, peserta membahas berbagai isu aktual seputar pelestarian budaya, pembauran sosial, serta upaya memperkuat rasa saling menghormati di tengah keberagaman.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Para peserta saling berbagi pengalaman serta menegaskan komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Bantul semakin berperan aktif sebagai jembatan komunikasi antarwarga dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan daerah, serta menjadi motor penggerak dalam mewujudkan masyarakat Bantul yang rukun, berbudaya, dan berkeadaban.