Dialog Politik: “Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital" di Padukuhan Mertosanan Kulon, Potorono, Banguntapan

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul kembali menyelenggarakan kegiatan Dialog Politik dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berpolitik di Era Digital” yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Padukuhan Mertosanan Kulon, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa perubahan besar dalam dinamika politik, baik dalam penyebaran informasi maupun partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi politik yang beredar di ruang digital. Era digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi. Literasi digital dan pendidikan politik menjadi kunci untuk menjaga kualitas demokrasi.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Potorono yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog politik di wilayahnya. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran politik warga serta memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

 

Sebagai narasumber, hadir Ketua KPU Kabupaten Bantul, Joko Santoso, yang memaparkan pentingnya peran penyelenggara pemilu dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Ia juga menjelaskan bagaimana pemanfaatan teknologi dalam proses pemilu harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

 

Narasumber kedua, Titis, anggota DPRD Kabupaten Bantul, menyoroti pentingnya pendidikan politik berkelanjutan untuk membangun budaya politik yang sehat. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek politik, tetapi juga subjek yang aktif mengawal kebijakan publik dan proses legislasi.

 

Dialog politik ini turut didampingi oleh Tim Kerja Pendidikan Politik Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait etika bermedia sosial, cara mengenali informasi hoaks, hingga peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.

 

Melalui kegiatan ini, Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul berharap dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang cerdas berpolitik, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi di era digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kesbangpol dalam memperkuat pendidikan politik dan wawasan kebangsaan di Kabupaten Bantul.